ݡYou are the sky that filled with flowing dream, you are the star that raise and fly

Selasa, 29 November 2011

Synesthesia


Bayangkan terlahir dengan kondisi seperti ini:
·         Setiap melihat angka tertentu, kamu melihat warna yang berbeda. Misalnya, angka 2 disertai warna biru, 4 merah, 8 ungu, dll.
·         Setiap mendengar nada tertentu, kamu melihat warna yang berbeda-beda.
·         Setiap mendengar/melihat hari (Senin, Selasa, Rabu, dll) melihat warna yang berbeda-beda.
·         Setiap menyentuh tekstur berbeda, kamu merasakan emosi yang berbeda. Kain jeans: “sedih”, sutera “damai”, lilin “malu”, dll.

 
Inilah dunia Synesthesia, suatu kondisi di mana persepsi tercampur-campur, angka dan warna, nada dan warna, bahkan emosi dan tekstur benda. Dan ini bukan “penyakit”, tetapi “kondisi” otak yang kebetulan dimiliki sebagian kecil manusia di dunia.

Otak adalah salah satu organ yang paling sedikit dimengerti manusia. Sulitnya karena, otak tidak bisa diteliti dalam keadaan mati. Dan umumnya manusia hidup (dan sehat) agak keberatan kalo otaknya dibuka-buka. Karenanya dalam neuroscience, seringkali pengertian tentang cara kerja otak didapat dari kasus medis, misalnya kasus stroke, tumor otak, kecelakaan dengan cedera kepala, dll. Ketika ada bagian otak tertentu yang rusak, barulah ilmuwan mempelajari apa efeknya terhadap persepsi dan perilaku. Hanya belakangan saja ditemukan teknologi MRI, brain scan, dll. tetapi ini semua masih harus dikombinasikan dengan kasus-kasus medis. VS Ramachandran adalah salah satu neuroscientist yang bekerja dengan banyak pasien, dan kemudian menulis buku tentang penemuannya tentang otak dari pengalaman beliau.
Sebelum gw share tentang synesthesia, ada 2 kesalah-pahaman umum tentang indera dan persepsi:
1.       Kita melihat dengan mata, mendengar dengan telinga, dll.
2.      Penglihatan, pendengaran, dll adalah fungsi “tunggal”


Kekeliruan pertama, kita tidak pernah melihat, mendengar dengan indera kita, tetapi dengan OTAK. Mata, telinga, lidah, dll hanya menerima input (visual, audio, rasa, dll), di mana input ini dikonversi lagi menjadi sinyal-sinyal listrik, untuk kemudian DIREKONSTRUKSI di dalam otak. Semua persepsi kita bukanlah persepsi “langsung”, tapi sudah melalui proses panjang yang berjalan sangat cepat, sampai kita tidak menyadarinya.
Dengan kata lain, apa yang kita “lihat”, “dengar”, bisa saja berbeda dengan apa yang masuk ke mata dan telinga kita! Hebat yah?
Buktinya adalah kasus-kasus gangguan penglihatan bahkan kebutaan ketika bola mata kondisinya baik, yang disebabkan stroke, atau tumor otak.
Kekeliruan kedua, penglihatan bukanlah sebuah fungsi “tunggal”, layaknya sebuah kamera digital yang langsung menangkap semua gambar dalam satu layar. Neuroscience menunjukkan bahwa penglihatan terbagi menjadi banyak fungsi2 yang ditangani bagian otak berbeda. Ada bagian otak yang mengurusi warna, ada yang mengurusi gerakan, ada yang mengurusi pencahayaan, bahkan ada yang mengurusi bagian “mengenali obyek”. Ada banyak kasus pasien yang sesudah cedera otak kehilangan penglihatan untuk warna, atau tidak mampu melihat “gerakan”, atau bahkan tidak bisa mengenali benda, walaupun bola matanya normal. Dan ini semua karena salah-satu fungsi penglihatan terganggu, di dalam otak.
Synesthesia, adalah kondisi dimana persepsi seseorang “tercampur”. Melihat angka disertai warna, mendengar musik disertai warna, atau tekstur benda tertentu menciptakan “rasa di lidah” yang berbeda. Dan semua ini bukan imajinasi, tetapi benar-benar dirasakan.
Menurut VS Ramachandran, kondisi ini relatif baru-baru ini diakui dunia medis. Dahulu seringkali kondisi ini dianggap gangguan jiwa, schizophrenia, atau sekedar mencari perhatian. Melalui berbagi metode tes yang jenius, Ramachandran membuktikan bahwa fenomena ini riil, tidak dibuat-buat.
Alat Uji Synesthesia
(gambar: seorang pemiliki kondisi Synesthesia yang mengaku melihat angka 2 sebagai “merah” akan bisa melihat bentuk segitiga di gambar kiri bawah dalam tempo singkat)
Belum ada penjelasan yang 100% pasti tentang kondisi ini. Salah satu hipotesa terkuat adalah adanya “cross-wiring” dua area otak yang bertanggung-jawab untuk persepsi yang berbeda. Area otak untuk “angka” dan area otak untuk “warna” ternyata memang posisinya bersebelahan, sehingga Ramachandran menduga adanya “sambungan” di antaranya untuk sebagian orang. Maka tidak heran ada orang yang melihat angka DAN warna secara bersamaan. Sama halnya dengan bentuk sinestesia yang lainnya (bagian otak untuk “pendengaran” juga dekat posisinya dengan bagian “warna”). Sekali lagi, ini belum menjadi penjelasan definitif dan satu-satunya.
Tentang KENAPA ada kondisi ini, Ramachandran belum bisa menjawab pasti, selain indikasi bahwa Synesthesia adalah kondisi genetis, bisa diturunkan. Tetapi yang menarik gw adalah dugaan adanya hubungan dekat antara synesthesia dan kreativitas!
Banyak penulis buku, pujangga, penulis puisi di dunia yang ternyata diduga memiliki Synesthesia. Dan tidakkah menarik jika dipikirkan, bahwa dunia kreatif penuh dengan metafora yang unik?
“Kepribadiannya seperti matahari”
“Pertemuan itu terasa manis”
“Hujan hari itu bagaikan tangisan yang pahit”
Kemampuan bermetafora di atas umum dijumpai di antara penulis/seniman berbakat. Mungkinkah synesthesia ada hubungannya dengan kreativitas, dengan memungkinkan otak manusia memiliki kemampuan berpikir metafora? Dan synesthesia adalah kondisi ekstrim dari hubungan antar bagian otak di balik kreativitas? Belum ada jawaban yang pasti untuk ini.
Yang menarik, banyak Synesthes (istilah untuk pemilik kondisi ini) yang menolak untuk “disembuhkan”. Ada beberapa kasus di mana obat antidepressant ternyata menghilangkan synesthesia secara temporary, dan hal ini dianggap suatu “kehilangan” oleh pengguna obat tersebut. Menurut mereka, dunia menjadi “hambar” ketika kondisi mereka “sembuh”. Bagi mereka, kondisi ini tidak mengganggu sama sekali, karena sudah terbiasa bertahun-tahun, dan kita yang tidak memiliki kondisi ini tidak bisa membayangkan sama sekali seperti apa rasanya.
 dari: berbagai sumber unyu yang unyu sekali infonya :3 
curcol sejenak: jujur deh, ini postingan sudah mengendap satu setengah tahun di laptop. dan baru nemu pas bongkar folder. dodol ah ya -_-'

1 komentar:

  1. yoopo lek blogmu gantien link dadi blogunyurika ae -_- ket mang unyaunyu padahal fakta yang unyu akuuu :*

    BalasHapus